Kamis, 09 Juli 2015




Dara kelahiran Denpasar 7 Agustus 1991 ini terjun ke dunia usaha fashion, khususnya pernak-pernik. Dialah Jessica Grace Cussoy pemilik Ikatterikat yang terus konsisten mengembangkan produk aksesori lokal. Mengawali bisnis dari hobi dan passion membuat Jessi, panggilan akrab lulusan FISIP UI ini, tak merasa terbebani. Jessi, yang mengawali usahanya sejak masih duduk di bangku SMA ini, tak menyangka mampu konsisten dan bertahan hingga sekarang. Ia pun terus berusaha melebarkan sayap bisnisnya dan terus giat mempopulerkan aksesori etnik lokal yang menarik. Menurut Jessi, ia memulai bisnis hanya bermodalkan keterampilan dan hobi membuat berbagai aksesori seperti gelang, cincin, dan kalung. Sejak dulu ia memang suka tampil beda dengan memakai aksesori karya sendiri, dan biasanya banyak yang merespons lalu minta dibuatkan juga aksesori yang dipakainya itu.

Sesuai dengan nama brand yang diusungnya, Ikatterikat, Jessi fokus pada produk fashion buatan tangan. Karyanya lebih condong ke gaya etnik dan selalu mengambil unsur budaya di Indonesia, jadi benar-benar original. Jessi tidak pernah mau menjual produk-produk dari luar biarpun murah. Banyak yang menyebutnya terlalu idealis, tapi Jessi tetap yakin bahwa produk Indonesia juga punya nilai sendiri dan pasarnya ada. Beberapa produk Ikatterikat yang ditawarkan materialnya lebih banyak didapatkan di pasar lokal. Meski buatan tangan dan idenya original, tapi tetap bisa menghasilkan gaya yang beda, pun dengan harga yang terjangkau.

Agar pelanggan Ikatterikat terus bertambah, Jessi selalu membuat inovasi. Selain rutin menambah model aksesori, Jessi kini juga memproduksi scarf. Masih dengan teknik ikat terikat, scarf ini berfungsi serbaguna. Tidak hanya sebagai scarf tetapi juga bisa menjadi beberapa model atasan. Ia pun juga terus mengembangkan ide membuat produk baru agar selalu up to date. Ia menjelaskan, ide bisa datang dari mana saja. Misalnya saat sedang jalan, lalu melihat ada aksesori yang dipakai orang, kemudian ia iseng ingin menirunya dengan menambahkan sesuatu. Ia juga sering browsing untuk melihat tren warna dan pernak-pernik yang lucu.

Tak heran, produk Ikatterikat milik Jessi semakin digemari dan punya pelanggan yang luas. Dari anak kecil sampai orangtua menjadi target marketnya. Pilihannya pun cukup banyak, karena Jessi membuatnya dengan standar ukuran agar semuanya bisa menggunakan. Jadi pembelinya juga bisa bangga memakai produk lokal ini. Jessi mengakui, bisnisnya kini semakin berkembang. Awalnya dari mulut ke mulut, sekarang ia sudah memiliki 3 outlet di mal di Jakarta dan Bandung.

Soal omzet, Jessi mengaku tak selalu mengejarnya, namun ia punya visi ingin terus mengenalkan produk lokal di tengah gempuran produk asing. Tak hanya berjualan secara langsung, ia juga memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan produknya. Kini Ikatterikat juga sudah memiliki akun facebook, twitter, dan instagram yang cukup aktif dan juga ada websitenya di www.ikatterikat.com.


IKATTERIKAT
Anda bisa langsung menghubungi kami di:
Email         : info@ikatterikat.com; atau
Whatsapp  : 0878 7799 8897; atau
BBM          : 7E6974B2.

0 komentar:

Posting Komentar