Selasa, 03 Maret 2015




Berawal dari keinginan mengubah mindset, ibu dua anak ini belakangan sukses membuka sekolah bisnis online, khusus untuk ibu rumah tangga. Berbagi ilmu sekaligus mengembangkan jaringan menjadi fokus bisnis Muri Handayani. Hani, begitu ia akrab disapa, memulainya dengan berbagi tips sukses menjalankan bisnis online RaZha miliknya di media sosial. Ternyata respons yang datang positif dan permintaan mengajar pun berdatangan. Ia kemudian mendirikan Sekolah Bisnis Online (SBO) yang kini semakin diminati dan diikuti banyak peserta, termasuk dari mancanegara. Sistem mengajar online dibuatnya dengan memanfaatkan Facebook group.

Ide membuat SBO berawal dari keinginan Hani mengubah mindset ‘bekerja untuk orang lain’ menjadi ‘pemberi kerja’. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia mencetak generasi pemberi lapangan kerja. SBO dibentuk untuk mengedukasi wanita dan melatih wanita untuk menjadi pengusaha. Bentuk bisnis yang dikenalkan perempuan kelahiran Jakarta 24 November 1983 ini bisa dijalani dari rumah, tanpa meninggalkan tugas dan kewajiban sebagai ibu dan istri. Waktunya juga fleksibel, tidak meninggalkan kewajiban rumah tangganya.

Istri Dwi Putro ini termotivasi membentuk SBO karena ingin mendorong para ibu rumah tangga agar terus belajar dan menunjukkan bahwa rumah bukan penghalang berwirausaha. SBO mendampingi para ibu dalam proses belajar menjadi pengusaha, dengan penuh kebersamaan dan kepedulian, khas ibu-ibu rumah tangga. Sesuai tagline SBO, yaitu ‘Gaptek Hilang, Rejeki Datang’. Lewat pengalaman pribadinya, Hani merasakan tantangan yang dihadapi untuk terus belajar dan mengabdi pada suami. Ia bercerita, pernah dalam kondisi hamil besar nekat ke luar kota demi mengikuti seminar bisnis. Ia pun jadi semakin yakin bahwa sistem belajar SBO cocok dan akan diminati ibu rumah tangga lain. Dan ternyata pilihan Hani ini tidak salah.

SBO yang didirikan bulan September 2013 lalu memang berkembang pesat. Hanya dalam waktu setahun, kini tercatat memiliki hampir 1000 orang alumni, termasuk di 13 negara lain seperti Jerman, Taiwan, Oman, Amerika Seriat, Swedia, Singapura, dan lain-lain. Peserta kelas SBO di luar negeri kebanyakan adalah WNI yang tinggal di sana untuk bersekolah, ikut dinas suami, atau bekerja. Semua bertemu di media sosial dan pengguna aktif Facebook.

Diakui lulusan Teknik Informatika Universitas Budi Luhur Jakarta ini, kelas berbisnis online di luar memang sudah banyak. Akan tetapi, ia lebih akrab di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Mungkin karena materinya lebih mudah diterima dan bisa saling berbagi karena sama-sama menjadi ibu rumah tangga. Budaya kelas SBO juga dirasakan Hani tak hanya bermanfaat bagi para peserta, tapi juga bagi dirinya. SBO tidak hanya menawarkan kursus singkat, tetapi juga menawarkan pembelajaran dan persaudaraan seumur hidup.

Beberapa keuntungan yang membuat peserta kelas SBO bertambah adalah jaringannya yang besar. Selain praktis, belajar secara online juga tidak perlu keluar rumah. Peserta masih bisa melihat materi dan bertanya kapan pun. Setelah proses belajar selama sebulan, peserta kemudian digabungkan dalam grup Facebook Alumni SBO. Di sinilah awal mula mereka praktik langsung. Dengan banyak komunitas yang saling mendukung, mereka semakin bersemangat membangun bisnis. Ada banyak produsen sampai reseller di grup Alumni SBO ini. Hani pun mencoba membuat sistem belajar menjadi lebih interaktif. Ada sesi diskusi, materi juga disesuaikan dengan kebutuhan member. Contohnya, membahas bagaimana proses pendaftaran BPOM dan PIRT, karena sebagian member bergerak di bisnis kuliner.

Lewat grup Alumni SBO, Hani juga mengungkapkan banyak bisnis baru yang tumbuh dan bisa berkembang. Karena di sini produsen bisa bertemu dengan reseller, reseller juga dimudahkan dengan pilihan produsen sesuai yang diminati. Selama sebulan masa belajar, Hani berusaha membuat para ibu rumah tangga di kelas SBO bisa langsung praktik. Kalau soal materi, banyak yang ia berikan, mulai dari strategi meningkatkan omzet, service excellent, branding, sistem pembayaran, tip dan trik, optimasi media sosial (FB, Instagram dan Twitter), pemasaran, foto produk cantik, kemasan, waspada penipuan, pengiriman, hingga penentuan harga jual, perencanaan bisnis sampai ke sistem keagenan. Semuanya komplit.

Beberapa kelas workshop fotografi untuk online shop bahkan turut menjadi bagian dari jadwal kegiatan Hani. Ke depannya Hani menginginkan bisa semakin banyak merangkul Alumni SBO, serta juga ingin merangkul pengajar dan pakar di bidangnya untuk ikut berbagi di kelas SBO.

2 komentar: